HIGHLIGHTS


Speaker stereo kecil untuk disandingkan dengan laptop atau desktop yang ada dipikiran saya pasti “kualitas speaker tersebut jelek atau asal bunyi”. Sialnya, saya terlalu meremehkan produk yang satu ini. Ketika saya mencobanya langsung dan sangat terkejut, diluar dugaan, kualitas keluaran suaranya langsung menghapuskan pernyataan saya tadi.

Kali ini saya mempunyai kesempatan untuk mencoba speaker dari SonicGear seri Quatro 2 dan Quatro V, namun saya lebih memilih seri ini dari pada yang satunya kenapa? Nanti akan dijelaskan pada akhir artikel ini. SonicGear memang terkenal dengan produk speaker yang sangat dicocok sebagai hiburan rumah, disandingkan dengan handphone, DVD, atau komputer.

Lebih rincinya bisa dilihat di situs resminya:

UNBOXING
Kalau dilihat dari penampakannya mulai dari kardus dibalut dengan warna merah menyala menjadikan daya tarik tersendiri bagi mata yang memandangnya. Speaker ini meiliki varian 5 warna, merah, kuning, hijau, biru, dan hitam abu-abu. Jadi bisa disesuaikan dengan warna favorit. Selain itu terdapat sedikit informasi mengenai produknya sendiri.

kardus tampak depan

kardus tampak samping

kardus tampak belakang
Seperti foto yang bisa dilihat di awal artikel ini, jika dilihat dari dekat emang speaker ini dibungkus dengan casing plastik dengan sentuhan tekstur alumunium agar lebih stylish, dan yang membuatnya portable untuk dibawa kemana mana adalah berat yang cukup ringan.

driver speaker 2"
Apa yang akan anda dapatkan? hanya sepasang speaker kecil tersebut, selebihnya tidak ada. Bagian depan tidak ada yang istimewa, dan bagian belakang hanya ada tulisan SonicGear beserta label kanan-kiri. 


Diberikan teknologi bass reflek pada kedua sisinya yang membuatnya dapat memberikan suara bass yang saya bilang bagus untuk speaker ukuran sekecil ini. Akan lebih baik lagi diimbangi dengan equaliser yang tepat untuk mendapatkan sensasi bass yang lebih baik.

terdapat 2 bass reflek pada masing-masing kedua sisi speaker.
Dibekali dengan pengatur volume, koneksi menggunakan USB dan jack 3.5mm, dan kabel dengan panjang sekitar satu meter. Dari pengatur volume menurut saya sebenarnya tidak terlalu penting karena kabel yang diberikan terbilang pendek jika disandingan dengan PC desktop.



ada led didalamnya sebagai tanda bahwa speaker sudah aktif.
Perlu diketahui juga mengenai pengaturan volume, letaknya lebih dekat dengan speaker kanan. Jadi  jika digunakan dengan PC dekstop yang letaknya ada dibagian kiri atau laptop yang jack speakernya ada disebelah kiri, maka mau tidak mau harus menempatkannya secara terbalik; speaker kanan di kiri, speaker kiri di kanan, persisi seperti yang saya lakukan di gambar artikel ini. Hal ini bisa disiasati dengan membalikan channel di player atau software sound komputer.

jack audio sebelah kiri akan merepotkan.

TES SPEAKER
Saatnya diuji dengan music, game, dan movie
Perangkat yang digunakan untuk menguji adalah Smartphone Xiaomi Redmi 4A dan Laptop HP 14 (lupa serinya)


  • Musik: 8/10
saya coba muter melalui smartphone, dengan semua equaliser dan sound enchanment kondisi off, begitu juga dengan playernya, saya menggunakan N7Player.

Fightstar –Murder All Over (Alternative Rock) 
Sungguh menawan untuk speaker kecil ini dapat memainkan stau musik favorit saya dari tiga pemain guitar hanya 2 yang terdengar jelas, dan untuk bass gitar sendiri sedikit lebih baik. Untuk gebukan drum dan dengan ritme yang cepat agak tertiggal, terlindas dengan gitar tapi suara simbal terdengar bersih! Vocal terdengar sedikit kebelakang. sepertinya kurang cocok untuk penikmat musik rock, metal, dan sejenisnya, tapi jangan khawatir masih bisa dinikmati walau sedikit ada yang kurang.

Busted – On what you’re on (Pop)
Di lagu kedua yang saya coba ini, sangatlah baik, semua instrument dapat saya kenali dan dengar dengan baik, segalanya tertata rapih, bass dan treeble terbilang seimbang. Mungkinkah speaker ini cocok untuk penikmat musik pop? siapa yang tau.

Daftpunk – Give life back to music (Dance/Elektronik)
Harus ada musik legendaris untuk dicoba. Ya, musik dari Daftpunk tidak pernah membuat saya kecewa. Saat pengujian ini saya hampir tidak tau harus berkata apa. Sempurna untuk speaker sekecil ini!


  • Game: 6.8/10
Sebenarnya pengujian melalui video di Youtube karena, laptop memang tidak bisa dipakai untuk memainkan game AAA. Tidak terlalu istimewa di sesi pengujian game. Apa mungkin karena tidak langsung in-game?

Coba nonton lewat Youtube kualitas 720p, game Battlefield 1 campain level pertama (lupa judulnya). Suara letupan senapan mesin terdengar biasa saja. Tabrakan peluru ke benda sekitar, dan peluru yang saling berseliweran di medan perang dapat telinga saya mengenali dari mana datangnya peluru tersebut. Langkah para tentara didekatnya yang berlarian. dan satu yang tidak ketinggalan suara ledakan terdengar sangat bagus tidak sember apa itu namanya  terbilang yang cukup baik. Suara vokal dari seruan tentara bisa terdengar dengan jelas. Dan yang terakhir musik yang mengiringi pertempuran menambakan atmosfir permainan yang menegangkan yang hampir terlupakan.
Di sesi game speaker ini memiliki detailnya cukup kentara. Walau tidak bisa banyak di diberikan tapi saya rasa itu sangat cukup. 

  • Movie: 7/10
Disesi terakhir dicoba untuk nonton film Saving private Ryan. Awal-awal adegan saat di pantai Omaha, suara deburan ombak terdengar apik, Lanjut saat pertempuran di bibir pantai. letupan senapan mesin terdengar biasa saja, namun tidak dengan tiap posisi ledakan yang ditimbulkan terdengar jernih dimana letak ledakan dapat saya ketahui dimana dengan jelas. Suara peluru yang meluncur di udara dan langkah para tentara yang berlarian sungguh mendapatkan detail yang bagus dan jernih. Tidak ada suara dengung yang mengganggu dengan volume tinggi. Saya rasa ini speaker ekonomis yang terbaik yang pernah saya coba untuk nonton film. Tentunya tidak untuk jarak yang jauh, paling ya... jarak 3 meteran lah.

KESIMPULAN
Dari pengujian di atas yang saya lakukan, speaker ini dapat optimal jika letak speaker diputar 30-45o keluar, lihat gambar dibawah ini.

range speaker
Jarak suara speaker yang dikeluarkan sungguh mengejutkan bila ditata seperti gambar diatas, staging-nya terbilang cukup dan tidak sempit. Suara akan mengumpul di tengah dari yang saya rasakan saat mendengarkan musik, Tapi saat nonton game di Youtube dana movie saya dapat merasakan suara yang keluar dari kanan-kiri secara baik, bahkan jauh-dekat suara yang ada juga saya dapat rasakan.
Lalu saya mencoba mengubah tatanan tersebut, diputar 90 derajat, diletakan horizontal, dihadapkan ke atas. Namun yang saya rasakan adalah sesuatu yang tidak benar, sensasi yang sebelumnya saya rasakan itu tidak ada. 
Ini sangatlah berbeda jauh dengan speaker lainnya di harga yang sama yang saya pernah rasakan sebelumnya, jika di letakan dimana saja, ya, bunyinya tetap sama.

Lihat gambar dibawah ini, adalah jalur kabel speaker. Akan menemui kesulitan bila memiliki jack sound disebelah kiri. mau tidak mau harus, menukar tempat speaker. ini menjadikan nilai minus pada speaker kecil satu ini, kok ya bisa ga sampai kepikiran sama perusahaan yang membuatnya?
penataan kabel yang merepotkan

Ditambah dengan equaliser dan pengaturan audio lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, membuat speaker ini bekerja maksimal. Maka bisa saya katakan ini speaker terbaik untuk harga dibawah seratus ribu! Bagi saya pribadi sungguh ini kesempatan yang sangat langka dan istimewa. 

Kelebihan:
  • Desain ringkas dan padat.
  • Murah setara dengan kualitas yang diberikannya.
  • 4 Bass reflek.
  • Kualitas keluaran suara yang memumpuni.
  • Berkarakter warm.
Kekurangan:
  • Kabel Pendek.
  • Casing plastik yang rentan pecah saat jatuh, terutama bagian atas.
  • Detail suara sedikit kurang.

Ah... hampir lupa, bagaimana dengan Quatro V? 

Perbandingan hasilnya sedikit lebih baik Quatro V, karena memiliki mini sub-woofer yang memberikan bass lebih dalam, treeble lebih baik, dan lebih bertenaga. Keduanya masih menggunnakan konektor USB sebagai power, dan tetap saja kabel pendek. Quatro V memiliki tambahan fitur seperti bluetooth, radio, kartu memori, dll . Hal tersebut membuat saya tidak tertarik di harga yang lebih mahal sedikit dari Quatro 2. Tapi perbedaannya sangatlah sedikit, sekitar 5% menurut saya pribadi, dan akan tetap memiliki  Quatro 2 sebagai speaker kecil yang ekonomis sesuai dengan kualitasnya.

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terimakasih telah membaca!

Setiap gamer pasti memiliki seleranya masing-masing untuk mouse mereka, ada yang suka dengan wujud yang ringkas, ada yang suka dengan tambahan tombol makro sampai sembilah buah. Ya, memilih mouse gaming memang harus disesuaikan dengan keperluan dan kepribadian si pemakai. Ulasan mengenai mouse hanyalah sebagai referensi yang menjadikan sebuah petunjuk untuk anda dalam memilih mouse gaming yang tepat.

Sebenarnya sudah lama saya membutuhkan pengganti mouse Elephant Leviathan yang sudah lama rusak, dan sementara itu menggunakan mouse standar murah. Tapi sialnya ketika setelah menggunakan mousepad baru, yang kemarin saya review yaitu Rexus Kvlar T1, malah menjadikan sebuah petaka sendiri, dengan sensor optik yang kewalahan dalam mendeteksi pergerakan yang cepat.

Sebelumnya terjadi sebuah dilema apakah harus pilih Logitech G502 atau Steelseries Rival 500. kedua mouse tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Setelah cari referensi maka pilihan tetap jatuh pada rencana awal yaitu Logitech G502. Ini karena saya sudah cocok dengan bentuk mouse logitech yang bentuknya hampir sama dengan mouse optik pertama saya yang juga dari Logitech.

Dilihat dari box, yang sangat sederhana dengan ciri khas mouse gaming Logitech warna hitam dan cyan, dan huruf G sebagai simbol seri Goblvk Gaming.

depan - kanan - belakang - kiri
Mouse ini didesain hanya untuk pengguna tangan kanan.

Kelengkapan kardus, buku manual, mouse, dan 5 buah pemberat
Body mouse terbuat dari plastik yang cukup kokoh dibalut dengan warna hitam matte dan glossy untuk tombol tambahan. Dibagian samping atau grip memiliki tekstur dan dilapisi karet yang anti-slip. Dalam jangka waktu yang lama tekstur grip ini akan terkikis, ini sudah jadi resiko.

sisi samping dan sisi belakang

sisi kri dan sisi kanan

Mouse ini memiliki lima pemberat yang masing-masing beratnya 3.5 gram, dan ini untuk orang yang memiliki tangan yang kuat dan suka dengan DPI tingkat tinggi.

5 buah pemberat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Jujur saja, saat semua pemberat dipasangkan ke mouse dan digunakan untuk lima belas menit tangan terasa cukup pegal di bagian jari manis dan jari kelingking. Karena titik berat mouse ini ada dibagian tengah ke kiri. bukannya ditengah atau di bagian belakang mouse, bahkan tanpa pemberat tersebut.

tutup yang mudah lepas-pasang dengan magnet pengunci.
Dan yang terakhir yaitu kabel mouse. Terbalut dengan kain malah terlihat seperti kabel seterikaan, dan bila tidak segera diluruskan akan menjadi petaka seperti ini.

kombinasi  yang tidak tepat!
Sialnya lagi, kabel braided ini sangatlah rawan dengan pengikat kabelnya sendiri bila terkena rekatannya maka akan membuat pelindung kabel ini rusak (mbrudul). *tepokjidat

Sudah cukup lihat-lihat mousenya waktunya pengujian, dan sebelumnya harus download software dan driver agar mouse bekerja lebih optimal.

Di awal tampilan software Logitech anda akan ditawari akan menggunakan memory internal atau simpan di PC.


  • Memakai Memory internal mouse pengaturannya cukup ringkas dan tidak akan perlu software Logitech lagi setelah anda selesai memprogram mouse ini. Pengaturan tersebut bisa dipakai di mana saja. Hanya saja cuma ada 3 profil yang bisa digunakan. 
  • Sedangkan Automatic Detect menggunakan PC sebagai penyimpan pengaturan mouse anda akan menemui banyak pengaturan seperti profil untuk aplikasi dan game yang berbeda dan terpisah.
Pertama yang saya lakukan adalah Tuning mouse pada mousepad, agar sensor optik bekerja lebih optimal dan akurat.


Caranya cukup m udah klik Icon Tuning. Lalutekan klik kiri sambil digerakan membuat angka delapan. Setelah selesai lepas klik tadi dan selesai.



Dilanjutkan dengan setting LED, ini sebenarnya tidak terlalu penting. tidak suka yang kelap-kelip seperti lampu tujuh belasan. Matikan saja!


Tapi saya terapkan hanya untuk game, misal game dota dg warna Amber (warna logo Dota), CSGO dengan warna Magenta (warna HUD CSGO).
Cuma ada dua mode pencahayaan, bernafas (kelap-kelip), dan warna spektrum .
Lucunya lagi tidak bisa memakai warna putih, padahal LED dengan 16.8M warna, yang dihasilkan malah warna biru pudar. *tepokjidat

Sudah selesai berurusan dengan LED sekarang saatnya pengaturan makro pada tombol mouse. Semua tombol dapat diubah fungsinya kecuali tombol kunci scroll wheel.


pilih game-nya terlebih dahulu
Software-nya sedikit agak menyusahkan, malahan lebih mudah punya steelseries. Ini karena terlalu banyak window pengaturan hanya untuk satu pengaturan, daripada semua ditampilkan dalam satu window.

setting macro
Setting macro dengan step-by-step memudahkan tapi juga menjadikan sebuah batasan karena tidak membiarkan user berkreasi dengan setting macro sendiri. Dengan kata lain harus mengikuti langkah-langkahnya. Tapi bagi programer ada setting advanced sendiri jika mau beralih ke basis teks daripada GUI.

Ada yang menarik di sini yaitu fitur G-Shift yang bisa memberikan layer sebagai tombol makro alternatif. penggunaanya dengan cara menekan tombol tersebut dan dilanjutkan dengan menekan tombol lainnya yang sudah diatur sebelumnya. misal saat bermain CSGO klik kiri yang digunakan untuk menembak automatis, dikombinasikan dengan makro tembak single/tap, hanya cukup menekan tombol G-Shift dan klik kiri. Jadi seperti memiliki Fire Mode.

Selesai dengan pengaturan Mouse, saatnya terjun ke medan pertempuran, ada dua game untuk menguji mouse ini yang sudah terinstall di komputer yaitu CSGO dan DoTA2.

Bermain CSGO di mode competitive

  • Game FPS saya terbiasa menggunakan Claw grip.
  • secara default game tidak bisa mendeteksi tombol G selain G4 dan G5
  • Tombol G4, ibu jari saya sedikit kesulitan untuk meraihnya,
  • Tombol kanan dan kiri terasa empuk sehingga nyaman untuk melakukan short-brust atau single-shot
  • Sensor optik bekerja optimal dapat mendeteksi gerakan kecil pada mousepad Rexus Kvlar T1 tiap pixelnya terdeteksi dengan baik. Aim meningkat drastis yang biasanya selalu gagal mengenai sasaran saat berlari dan menembak.
  • Bermain tiga permainan tidak terasa lelah, karena bentuk yang ergonomis, tapi jika sering menggunakan tombol G7 dan G8 cukup melelahkan karena letaknya yang sedikit diluar jangkauan jari telunjuk.

Memainkan DoTA

  • Game MOBA saya terbiasa menggunaan Palm grip 
  • secara default game tidak bisa mendeteksi tombol G selain G4 dan G5
  • Melakukan gerakan reflek dengan semua pemberat terpasang menjadikan pemakaian untuk satu permainan membuat tangan cepat lelah, ditambah mousepad yang sama sekali tidak mendukung untuk game satu ini.
  • Keseluruhan sangat nyaman untuk digunakan jenis permainan ini.

Penggunaan diluar Gaming

  • Aktifitas komputer sehari hari saya mengugnan finger-tips grip
  • memiliki mouse dengan tombol tambahan lebih dari dua malah menjadi pengganggu, bila diatur untuk menjalankan perintah tertentu dan sering tidak sengaja menekan tombol tersebut. 
  • Tapi ada nilai plus dengan scroll wheel infinite berasa punya fidget spinner scrolling halaman web seperti di smartphone dapat "meluncur bebas" kebawah dan keatas. 
  • Dan pengoperasian windows tidak ada bedanya dengan mouse standar murah.

Kesimpulan

Mouse ini dapat diandalkan untuk segala keperluan, untuk desain grafis, video editing, gaming, dan masih banyak lagi, Dengan adanya tombol tambahan yang dapat diatur menjadikan kemudahan tersendiri dalam pengoperasian software yang tentunya menunjang produktivitas. Walau dibuat untuk game fast-paced FPS tapi tidak menjadi sebuah masalah digunakan untuk game MOBA, hanya saja penempatan tombol kurang strategis untuk game ini. Satu lagi yang menjadi sebuah kelemahan untuk mouse ini bila dipakai orang dengan tangan yang besar tombol tambahan dimouse akan sering secara tidak sengaja tertekan.

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terimakasih telah membaca!
Speaker menjadi perlengkapan komputer utama setelah headset, tanpa itu ruang kerja akan menjadi membosankan. Namun bagaimana jika speaker atau sound card rusak? Dan dikarenakan keterbatasan dana maka dicari solusi lain yaitu menggunakan smartphone android sebagai speaker.


Di Playstore tersedia tiga aplikasi yaitu Wireless speaker for android, SoundWire, dan Wifi Speaker. Tapi hanya Wifi Speaker yang kinerjanya cukup baik dan memiliki sedikit masalah dari yang saya uji menggunakan Xiaomi Redmi 4A.

WiFi Speaker memiliki pengaturan yang dapat disesuaikan yaitu Audio Format dan Buffer Time. secara default Audio Format yang dipakai adalah 44khz 16 bit stereo dan Buffer Time 3000ms. pengaturan default tersebut sudak baik mendengarkan musik atau nonton film.  Akan tetapi bila anda memaiknan game PC, anda harus disesuaikan pengaturannya karena aplikasi ini tidak bisa mengimbangi hasil suara dari video game yang sudah modern.

Saya harus menurunkan kualitas audio menjadi 22khz 16bit stereo saat ingin memainkan PC game. Latency yang dihasilkan cukup tinggi sehigga suara dan aksi tidak sinkron, dan hasil keluaran suara seperti radio.

Perlu diketahui tidak semua speaker yang dimiliki smartphone memiliki kualitas keluaran yang baik atau dengan kata lain pas-pasan. Jadi jangan berharap banyak.

Persiapan:

  • Pertama, perlu dipersiapakan adalah smartphone-nya sendiri apakah sudah mendukung aplikasi WiFi Speaker yang akan dipasang.
  • Kedua, koneksi wireless Wifi pada komputer, kalau pakai laptop sudah ada jadi bisa lewatkan langkah ini.
  • Ketiga, download dan instal aplikasi WiFi Speaker di Playstore, dan WiFi Speaker Server di Web berikut: 

Pengoperasian:

Pertama koneksikan kedua perangkat pada jaringan wifi yang sama. Alternatif, bila tidak ada wifi akses poin, bisa menggunakan tethering pada android.

Kedua jalankan software WiFi Speaker Server dan WiFi Speaker di android.
  • Pada aplikasi di android tap icon seach bergambar kaca pembesar bila terkoneksi dengan wifi akses poin dijaringan yang sama, untuk otomatis mencari server yang telah terpasang. 
  • Atau bisa dengan masukan alamat IP di aplikasi android dan tap tombol "Connect" bila berhasil maka muncul notifikasi "Login Succes".

Ketiga, Coba untuk memutar musik, video, atau memainkan game. Jika berhasil maka suara yang keluar adalah dari speaker smartphone.

Ada pengaturan yang bisa anda sesuaikan sesuai kebutuhan.

Pengaturan di sisi android cukup mudah. Tap icon tools dan tap setting. yang perlu diatur adalah Audio format sesuaikan frekuensi yang dapat ditangani oleh smartphone, Dan buffered time, sebaiknya memasukan nilai kurang dari 500ms.


Sedangkan di Server, pengaturan yang satu ini bersifat opsional. Bila ada aplikasi lain yang menggunakan jaringan lebih baik set manual dengan cara memberikan port khusus pada WiFi Speaker Server.

Sama seperti di Android masukan buffered time. Saya sarankan adalaah kurang dari 500ms.
<500ms p="">

Troubleshooting singkat

  • Bila sudah terkoneksi tapi tidak menghasilkan suara. 
coba cek pengaturan dibagian Display. Pastikan NIC terpilih wireless yang anda pakai.

  • Smartphone berhenti mengeluarkan suara
Aplikasi dimatikan oleh pengaturan ROM yang tidak mengijinkan aplikasi jalan di background. Lihat kembali pengaturan di android, seperti "battery management" atau "apps permission"
  • Tidak dapat terkoneksi
Aplikasi diblokir atau tidak dijinkan menggunakan jaringan baik dari PC (firewall) atau android (permission). atau cek kembali apakah sudah terkoneksi dengan jaringan wifi?
  • Stuttering atau suara tersendat-sendat
Terjadi kesibukan pada jaringan, seperti sendanga melakukan aktifitas download, atau loading suatu web, dll.

Begitulah cara mengatasi agar PC dapat bersuara lagi, tanpa harus beli speaker atau sound card dengan cara memanfaatkan aplikasi Android yang bisa anda dapatkan di Playstore secara gratis dan mudah dalam penoperasiannya. Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terimakasih telah membaca!

Mousepad merupakan aksesoris komputer tambahan agar pemakaian mouse lebih nyamanan karena menjadikan tangkapan sensor lebih akurat. Selain menjadikan mouse feet atau kaki mouse lebih awet. Mousepad memiliki beragam ukuran, model, texture, keperluan  dan masih banyak lagi.

Sebelumnya saya menggunakan mousepad gaming yang dapat dari mouse Elephant Leviathan. karena sudah berumur cukup lama kurang lebih empat tahun, dan sudah rusak atau tidak layak pakai, maka harus ganti. 
Mousepad dari Rexus seri Kvlar T1 inilah yang akhirnya menjadi penggantinya dan sekaligus review!

Info tentang mousepad ini juga bisa dilihat di Web resmi Rexus.

Mousepad ini memilki tiga variasi ukuran yaitu T1 800x300x3mm (extended), T2 440x350x4mm, T3 350x250x4mm

Jika dilihat dari kardusnya sih sudah jelas untuk keperluan gaming dengan edisi fragged control


Pertama kali menyentuh pemukaan mousepad ini saya sempat berfikir bahwa ini mousepad apa keset rumah? Teksturenya kasar, tapi beda jika saat menggunakan mouse, yang nanti akan diperjelas dipengujiannya. Jika melihat dari foto yang saya berikan kelihatannya warna biru cerah, padahal tidak. Sayang sekali hasil print pada kainnya kurang terang. Jadi warna biru gelap.

Bila dilihat lebih dekat mousepad ini memiliki teksture seperti pori-pori berbentuk hexagonal. Anehnya mirip bahan luar pelapis busa helm motor saya, haha. Dari mousepadnya sendiri tidak ada yang istimewa selain tekstur weave, lainnya... ya biasa saja seperti standar mousepad kebanyakan.

weave texture
Memiliki jahitan dipinggirnya membuat daya tahan mousepad ini lebih lama daripada yang tanpa jahitan yang cepat mengelupas. bagian bawah merupankan karet yang kesat yang tidak membuat mousepad ini goyang atau bergeser dari tempatnnya.

jahitan bagian bawah kurang rapat

Diuji menggunakan game dua game yaitu Counter-Strike: Global Offensive dan Dota 2, dan dua mouse satu mouse standar (abal-abal) dan yang satunya steelseries rival 100.

Penggunaan mouse gaming dan mouse biasa
Ternyata terdapat pengaruh besar. Kenyamanan tetap ada di mouse Steelseries Rival 100, sensor mouse dapat bekerja optimal pada permukaan mousepad ini atau dengan kata lain tidak ada masalah.
Steelseries Rival 100
Tapi tidak untuk mouse biasa, yah... sedikit kewalahan karena optiknya pas-pasan, atau bisa dibilang kurang cocok, dan ini lebih parah dari mousepad Elephant. Karena tiap kali saya melakukan gerakan cepat,  cursor mouse menjadi tidak masuk akal atau bergerak tidak beraturan, menggambar garis lurus saja susah.
mouse standar

Pengujian pada game CS:GO
Dapat saya rasakan saat memakai mousepad ini yang pertama adalah glide mouse lebih kesat namun tidak juga licin. Jadi saat melakukan gerakan reflek dengan cepat, maka pada saat akan berhenti pada titik akhir (dari A ke B) terasa berat yang menjadikan mouse berhenti pada titik akhir dengan tepat. mungkin ini maksud fungsi dari weaved texture.

Berbeda dengan game Dota 2
mousepad ini menurut saya pribadi kurang cocok, karena saat melakukan pergeseran dengan cepat dan akuran, yang mana tersebut sangat sering dilakukan saat memainkan game Dota, fitur teksture weave menjadi sedikit penghalang. Apalagi untuk menggeser camera pada tepian layar, hal ini sedikit membuat tangan lelah.

Kesimpulan
Tidak banyak yang ditawarkan dari mousepad ini, selain weaved texture. Yah cukup baguslah untuk mousepad gaming diharga 50 ribuan, apalagi ukurannya yang panjang. Bagi yang memiliki dana terbatas bisa menjadi alternatif. Bagaimana bila terkena air, tidak sengaja mousepad ini terkena beberapa tetesan air, ternyata bahan permukaan mousepad ini mudah menyerap air, jadi kemungkinan bisa dicuci dan cepat kering. Dan selesailah review mousepad ini.

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!

Sudah lama saya ingin mengganti keyboard lama yang sudah tidak layak pakai lagi. Pertama kali mendengan keyboard mekanik rasanya unik dan ingin sekali mencoba seperti apa rasanya. Lama kemudian tibalah kesempatan tersebut dan sekaligus membuat review.

"Jatuh hati pada sentuhan pertama!" sebuah kalimat yang muncul saat pertama kali mengetik menggunakan keyboard ini. Ducky One non-backlight sebuah keyboard mekanik yang simple dari tampilan seperti keyboard biasa, namun tidak saat menggunakannya untuk mengetik, ini terasa istimewa.

Lihat apa yang ada di dalamnya.

  • keyboard mekanik dan kabelnya
  • key puller
  • buku manual dan garansi
  • keyboard protector

Tampilan yang menawan

MX Cherry blue, it's clicky!
Menggunakan switch MX cherry blue buatan german, ketahannya tidak perlu diragukan. Sekilas tampilan seperti keyboard biasa dengan built quality yang bagus dan berat 1.3kg membuatnya tidak mudah geser di meja saat mengetik. Dibalut dengan warna hitam dan lampu led biru membuatnya elegan. dari segi tampilan memang tidak banyak yang menonjol.

3 pengaturan ketinggian
Ducky memeberikan 3 pengaturan tinggian untuk kenyamanan mengetik.

  1. normal tanpa kaki, ini juga sudah nyaman
  2. kaki kecil memberikan ketinggian tambahan sekitar 1 cm, yang satu ini menjadi sebuah kekurangan jika kibor didorong maka kaki akan kembali ketempat asalnya.
  3. yang terkahir memberikan ketinggian tambahan sekitar 1 inch. yang satu ini agak keras untuk ditarik keluar.


kenapa tidak beli yang led? itu... buat saya tidak perlu mengingat umur sudah banyak... tidak perlulah yang kelap-kelip macem lampu tujuh belasan. kan iya, ngetik yang dilihat monitornya bukan keyboard, haha.

Ada apa dibalik keyboard ini.


Dibalik keyboard terdapat switch, 1-3 untuk mengatur posisi tombol fn. dan switch no 4 untuk setting NKRO atau 6KRO. Buku manualnya bisa di lihat di sini.

tiga jalur kabel manjemen, kiri, atas, dan kanan
Lebih dekat lagi dibagian atas ada kabel manajemen berguna untuk menentukan alur keyboard kemana posisi komputer diletakan.

gold plate usb
Kabel detachable membuatnya mudah untuk dibawa. Lihat konektor kabelnya mirip dengan kabel data smartphone menggunakan micro usb, dan kedua port  dilapisi emas.

Penggunjian

tes mengetik dengan menekan kedua tombol shift saat mengetik kata berikut dan hasilnya:
THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER LAZY DOG
sempurna!

"Sebelumnya saya sudah pernah mencoba MX cherry brown dari corsai strafe punya saudara saya namun sayang feel saat mengetik terasa kurang, atau kurang cocok untuk saya pribadi. Dan rasanya akan susah untuk kembali ke keyboard membran"

Gaming
Pertama diuji untuk memainkan game favorit saya, Counter-Strike: Global Offensive. keybaord ini memberikan respon yang cukup cepat untuk memainkan game FPS. Tidak ada masalah yang terjadi selama pengujian.

Macro
saya mencoba setting makro sederhana seperti menambahkan tombol multimedia, karena tidak disediakan secara langsung. Bagi saya pribadi tidak ada kesulitan walau sempat bingung cara kerjanya. tapi untuk orang awam, tanpa software tambahan ini akan sedikit merepotkan.
cara menggunakan makro sebagai berikut
  1. tekan "Ctrl" + "fn" selama 3 detik; menyebabkan semua lampu led akan berkedip lambat
  2. tekan tombol yang akan di setting misal tombol "End" atau kombinasi "fn" + "End"
  3. selanjutnya tekan perintah yang akan diberikan pada tombol tersebut. misal tombol play/pause di buku manualnya tekan kombinasi "fn" + "win" + "d" maka semua lampu led akan kedip dengan cepat.
  4. selesai tekan tombol "Ctrl" + "fn"
tidak semua tombol di keyboard dapat disetting makro, jelasnya bisa dilihat di uku manual.

Kesimpulan

  • Keyboard full size dengan tampilan biasa
  • memiliki built quality yang bagus
  • memiliki makro built-in tanpa software
  • konektor usb gold-plate
  • kenyamanan mengetik

Ingin membeli keyboard mekanik?

Sesuaikan pemakaian dengan budget. kenapa?
Karena percuma bila Anda membeli keyboard mahal dengan tombol extra tapi pemakaian tidak maksimal, ya hanya sedikit fitur yang digunakan. terasa sangat mubazir.

Bingung pilih switch?
Switch mana yang cocok untuk saya? cara orang menggunakan (mengetik) keyboard berbeda-beda tidak ada jawaban yang jelas dari mereka. Jawaban yang tepat adalah audisi langsung di tempat yang menjual keyboard. atau pinjam punya teman atau saudara.

Switch produsen xxx jelek kualitasnya.
Semua ada masa pakainya atau memang anda yang kurang beruntung, sebelum membeli keyboard pastikan anda membaca review dari para pengguna switch tersebut.

Berakhirlah review keyboard ini dan bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!